Jangan lupa untuk meninggalkan komen dan share ke teman-teman kalian, ya!

CERPEN | Menik Seharusnya Membunuh Ibu Sekali Lagi

 

Boleh aku bercerita sesuatu, Ibu?" ujar Menik kesal melihat Ibunya.

Sang Ibu yang telah mabuk berat hanya mengangguk sambil tertawa tidak jelas. Tangannya sibuk mencoba mengambil sloki terakhir yang masih berisi seperempat 'Bir Pletok'. Berpuluh-puluh botol minuman dan remah makanan ringan tercecer begitu saja di lantai ruang tengah. Sebagian Pop Corn yang baru saja dibuka sepertinya, tumpah dan digenangi darah dari seonggok mayat di sebelah meja. Mayat itu mayat Bapak. Menik semalam memukul kepalanya dengan stik golf. Terkapar seketika, dan darah segar mengucur deras dari bagian atas telinga, menggenangi lantai dan karpet.

"Ibu. Lihatlah, tubuhmu kugantung di sana! Aku telah membunuhmu juga semalam. Apa kau terlalu banyak minum, hingga masih saja merasa hidup sampai saat ini?"

Sang Ibu terperanjat melihat tubuhnya yang tergantung dalam keadaan mengenaskan pada lampu utama. Seketika itu pula Ibu meronta, menangis, meminta Menik untuk membunuhnya sekali lagi. Namun sayang, Menik juga telah mati semalam. Ia menggigit dan kemudian merobek pergelangan tangan setelah membunuh Bapak dan Ibunya sendiri.

Malang, -

 

Post a Comment

Ratakiri Selamat datang di Whatsapp chat
Halo, apa kabar?
Klik di sini ...